Senin, 28 September 2015

TAHUKAH KAMU SEMAKIN SERING MENKONSUMSI PERMEN, MAKA RESIKO PENURUNAN TINGKAT KECERDASAN SESEORANG AKAN TINGGI

Permen adalah salah satu jenis makanan instant yang hampir disukai di semua kalangan, baik anak-anak hingga dewasapun juga menyukai permen. Pada umumnya orang mengkonsumsi permen dengan maksud untuk memperoleh gizi makanan tersebut. Seseorang mengkonsumsi permen karena menyukai permen dan produk-produk sejenisnya sebagai fun food dan snack food. Karena produk-produk permen menyenangkan untuk dikonsumsi, tidak jarang orang mengkonsumsi dalam jumlah yang banyak sebagai penunda rasa lapar.
Tetapi tahukah engkau, dampak negatif yang akan muncul pada kesehatan jika kita mengkonsumsi permen secara berlebihan??? Jika kita berlebihan mengkonsumsi permen, maka tidak menutup kemungkinan kita akan mengalami gangguan pada sistem saraf, pertumbuhan fisik terhambat, gangguan reproduksi, peka terhadap penyakit infeksi, kelumpuhan dan kematian dini, serta dapat juga menurunkan tingkat kecerdasan anak karena mengandung logam timbal (Pb).
Pada permen dapat mengandung logam berat timbal (Pb) karena beberapa faktor, diantaranya yaitu: Pertama, dilihat dari faktor bahan dasar pembuatan permen (kembang gula) yang berbahan dasar gula pasir, air, serta sukrosa yang telah terkontaminasi oleh logam timbal (Pb). Gula pasir di Indonesia memiliki standar SNI No. 3547.1:2008 tentang syarat mutu gula dengan kriteria uji cemaran logam timbal (Pb) maksimal 2,0 mg/kg. Keberadaan logam berat timbal (Pb) pada air yang digunakan sebagai salah satu bahan dasar pembuatan permen adalah maksimal mengandung 0,01 ppm. Kemasan plastik berfilm PVC yang dapat mengakibatkan migrasi dari kemasan menuju permen adalah mengandung logam berat dengan kadar maksimal logam timbal (Pb) adalah 100 ppm. Dalam plastik berfilm PVC yang berwarna hijau dan  kuning menggunakan tinta yang berbahan dasar pigmen seperti PbCrO4, PbSO4, dan PbO2 dengan kadar timbal yang tinggi sehingga dapat mengakibatkan adanya migrasi atom timbal (Pb) selama digunakan sebagai media pengemas hard candy.
 Faktor lain penyebab adanya cemaran logam timbal (Pb) dalam permen adalah pada alat dan mesin produksi yang telah mengalami korosi baik yang telah mengalami korosi maupun karena efek dari penambahan zat aditif yang telah mengandung atau mengakibatkan cemaran logam dalam produk permen dapat mengakibatkan terjadinya korosif adalah asam organik, nitrat, oxidizing agent, atau bahan pereduksi, penyimpanan, suhu, dan  kelembaban.

Kadar logam timbal (Pb) tersebut dapat diketahui dengan melakukan sebuah penelitian kimia. Penelitian kimia terkait analisis kadar timbal (Pb) dalam permen dengan menggunakan metode destruksi basah konvensional. Agar hasil penelitian lebih memuaskan, maka digunakanlah variasi metode penelitian pada penggunaan larutan pendestruksi. Penelitian kimia ini dilakukan pada 5 jenis permen hard candy berkemasan plastik film PVC. Penggunaan kemasan plastik berfilm PVC juga dapat menyebabkan adanya migrasi unsur timbal (Pb) dari kemasan menuju ke produk permen. Hipotesa lain penyebab adanya timbal (Pb) dalam produk permen diantaranya adalah faktor bahan baku permen yang telah mengandung timbal (Pb), proses pengolahan permen dengan alat – alat produksi berbahan dasar logam dengan adanya pemanasan yang mengakibatkan adanya timbal (Pb) masuk dalam hasil olahan, serta zat-zat aditif dalam produksi permen baik pewarna, pengawet, dan lain sebagainya yang mengandung unsur timbal (Pb).
Sebuah penelitian kimia terkait cemaran timbal (Pb) dalam beberapa sampel produk permen ditunjukkan dalam tabel data hasil pengamatan berikut:
No
Kadar Terdeteksi Timbal (Pb) pada Jenis Sampel (mg/L)
A (Susu)
B (Kopi)
C (Asam)
D (Mint)
E (Mint dan asam)
2,113
2,067
2,03
2,15
2,13
 Dari hasil penelitian di atas dapat diketahui bahwa produk-produk permen saat ini kurang baik untuk dikonsumsi karena mengandung cemaran logam timbal (Pb) yang sangat merusak kesehatan. Dari beberapa sampel di atas merupakan sampel dari beberapa produsen permen dengan jenis permen yang bervariasi. Hal itu secara umum menunjukkan kualitas permen di Indonesia secara umum.
Hasil penelitian The National Food Processor Association mengungkapkan, kehadiran partikel Pb merupakan salah satu sumber kontaminasi di dalam produk makanan atau minuman. Gejala dan tanda-tanda secara klinis akibat terpapar Pb yang toimbul akan berbeda. Timbal di udara yang dihirup manusia dapat menimbulkan gejala-gejala seperti kram perut, kolik, dan biasanya diawali dengan sembelit, mual, muntah-muntah. Sedangkan akibat akibat yang lebih seperti ssakit kepala, bingung atau pikirankacau, sering pingsan dan koma. Pada anak-anak nafsu makan berkurang, sakit perut dan muntah, bergerak terasa kaku, kelemahan, tidak ingin bermain, peka terhadap rangsangan, sulit berbicara dan gangguan pertumbuhan otak dan koma.
Keracunan Pb secara kronis berjalan lambat. Kelelahan, kelesuan, dan iritabilitas merupakan tanda awal dari intoksidasi Pb secara kronis. Dan paparan dengan dosis rendah sudah menimbulkan efek yang merugikan pada perkembangan dan fungsi dari sistem saraf pusat. Gejala lainnya adalah kehilangan libido, gangguan menstruasi, serta aborsi spontan pada wanita. Berbagai dalam rangka mencegah dan mengurangi pencemaran Pb. Upaya tersebut diantanya adalah dengan menghindari penggunaan peralatan-peralatan dapur atau tempat makanan atau minuman yang diduga m,engandung Pb misalnya keramik berlangsung, wadah yang dipatri atau mengandung cat, dan lain-lain.

Selain itu bahaya timbal pada balita dan anak anak adalah dapat menyebabkan gangguan belajar, pertumbuhan yang terhambat, hiperaktivitas, gangguan pendengaran, dan mungkin juga terjadi kerusakan pada otak, jika pajanannya besar. Jika diketahui secara dini efek tersebut dapat diminimalkan dengan menghentikan pajanan atau dengan terapi medis.
Yang mengejutkan ternyata timbal juga terkandung pada pembungkus makanan-makanan yang di konsumsi oleh anak-anak. Kemasan permen yang warnanya cukup ngejreng alias warna-warni kemungkinan mengandung timbal. Pada saat anak memegang bungkus tersebut, membukanya dan memasukkan permen dalam mulutnya, Saat itu timbal masuk ke dalam saluran pencernaan dan perlahan-lahan akan tertimbun dalam tubuh hingga kadar tertentu akan menimbulkan gangguan kesehatan pada anak anak. Termasuk makanan yang dibungkus kertas koran, karena tinta pada koran mengandung timbal.
   Oleh karena itu, mulai saat ini mari kita budayakan hidup sehat dengan memiliki pola hidup sehat. Lebih baik mencegah daripada mengobati, hidup sehat itu tidak harus mahal. Yang sederhana jika kita mengertti akan sebuah Dengan menjaga makanan yang kita konsumsi setiap hari. Kita budayakan 3M yaitu Mulai Dari Hal Yang Terkecil, Mulai Dari Diri Kita, dan Mulai Saat Ini.